FASAL 19 : AL-MURU'AH



 الـمُرُوءَةُ

(Kewibawaan)


الْـمُرُوءَةُ هِى صِفَةٌ تَدْعُو إِلَى التَّمَسُّكِ بِمَكَارِمِ الأَخْلَاقِ وَمَحَاسِنِ الْعَادَاتِ

Muru'ah atau kewibawaan ialah sifat yang mendorong seseorang memegang kemuliaan akhlaq dan kebiasaan-kebiasaan baik.


وَسَبَبُهَا عُلُوُّ الهِمَّةِ وَشَرَفُ النَّفْسِ فَإِنَّ مَنْ كَانَ عَلِيَّ الهِمَّةِ شَرِيْفَ النَّفْسِ كَانَتْ غَايَتُهُ إِحْرَازَ المَعَالِى وَإِدْرَاكَ الفَضَائِلِ وَابْتِنَاءَ المَكَارِمِ وَبَذْلَ النَّدَى وَكَفَّ الأَذَى

Sebab-sebabnya: Cita-cita tinggi, berjiwa mulia, sesungguhnya orang yang bercita-cita tinggi lagi berjiwa mulia akan menghasilkan menjaga ketinggian, mendapatkan semua kebaikan, membangun kemulian, murah hati, mencegah bahaya.


وَهِى عُنْوَانُ العِفَّةِ وَالنَّزَاهَةِ وَالصِّيَانَةِ وَلِذَلِكَ لَا يُرَى صَاحِبُ المُرُوءَةِ إِلَّا تَقِيًّا بَعِيْدًا عَنِ المَطَامِعِ رَاضِيًا بِمَا قَسَمَهُ اللّٰهُ لَهُ غَيْرَ نَاظِرٍ إِلَى مَا فِى أَيْدِى النَّاسِ

Muru'ah adalah tanda ‘iffah (memelihara diri), suci dari yang tidak baik, terpelihara, karena itu tidak terlihat pada orang yang memiliki muru'ah (kewibawaan) kecuali ketaqwaan, jauh dari tamak, dan ridha dengan apa yang  dibagi oleh Allah untuknya, tiada melihat apa yang ada di tangan manusia.


وَمِمَّا يَدُلُّ عَلَى مَدْحِ المُرُوْءَةِ قَوْلُ النَّبِي صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dan diantara yang menunjuki atas terpujinya muru'ah adalah hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:


إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ مَعَالِىَ الأُمُورِ وَأَشْرَفَهَا

 “Sesungguhnya Allah mencintai urusan-urusan yang tinggi dan paling mulia.”