الحِلْمُ
(Santun)
الحِلْمُ هُوَ صِفَةٌ تَحْمِلُ صَاحِبَهَا عَلَى تَرْكِ الإِنْتِقَامِ مِمَّنْ أَغْضَبَهُ مَعَ قُدْرَتِهِ عَلَى ذَلِكَ
Hilm (santun, tidak cepat marah) adalah sifat yang membawa pemiliknya kepada tidak membalas orang yang membuatnya marah padahal dia mampu untuk membalasnya.
وَسَبَبُهَا : رَحْمَةُ الجُهَّالِ أَوِ التَّرَفُّعُ عَنِ الْـمُشَارَكَةِ أَوِ الإِسْتِحْيَاءُ مِنْ جَزَاءِ الجَوَابِ أَوِ التَّفَضُّلُ عَلَى الْـمُسِىءِ أَوْ رِعَايَةُ نِعْمَةٍ سَابِقَةٍ أَوِ الـمَكْرُ وَتَوَقُّعُ الفُرَصِ
Sebab-sebab santun: Menyayangi orang-orang bodoh, tidak mencaci maki, malu memberi tanggapan (yang tak berguna), ramah pada orang yang berbuat jahat, menjaga nikmat yang lalu, diplomatis, menanti peluang.
وَذَلِكَ لِأَنَّ التَّرَفُّعَ عَنِ المُشَارَكَةِ مِنْ شَرَفِ النَّفْسِ وَعُلُوِّ الهِمَّةِ، وَالإِسْتِحْيَاءَ مِنْ صِيَانَةِ النَّفْسِ وَكَمَالِ الْـمُرُوءَةِ، وَرِعَايَةَ النِّعْمَةِ السَّابِقَةِ مِنَ الوَفَاءِ، وَالمكْرَ وَتَوَقُّعَ الفُرَصِ مِنَ الدَّهَاءِ لِأَنَّ مَنْ ظَهَرَ غَضَبُهُ قَلَّ كَيْدُهُ
Hal demikian itu, karena tidak mencaci maki termasuk sebagian dari berjiwa mulia dan tinggi cita-cita. Malu sebagian dari memelihara jiwa dan sempurna kharisma. Memelihara nikmat yang lalu sebagian dari menyempurnakan janji. Sebab seseorang yang menampakkan kemarahan itu sedikit siasatnya.
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الحَيِّيَ الحَلِيْمَ وَيُبْغِضُ الفَاحِشَ البَذِئَ
Telah bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : “Sesungguhnya Allah mencintai orang yang mempunyai rasa malu, santun, dan murka akan orang yang berbuat keji dan kotor.”
