FASAL 21 : AS-SAKHO'



 السَّخَاءُ

(Pemurah)


السَّخَاءُ هُوَ بَذْلُ المَالِ مِنْ غَيْرِ مَسْأَلَةٍ وَلَا اسْتِحْقَاقٍ

Pemurah: Memberikan harta tanpa diminta dan menuntut hak.


وَهُوَ فَضِيْلَةٌ مُسْتَحْسَنَةٌ وَخَصْلَةٌ مَحْمُودَةٌ لِمَا فِيهِ مِنَ ارْتِبَاطِ القُلُوبِ وَاجْتِمَاعِهَا فَيَعْظُمُ الإِنْتِفَاعُ وَيَعُمُّ الإِرْتِفَاقُ

Pemurah adalah kebaikan utama dan perkara terpuji karena mengikat dan menyatukan semua hati, besar manfaat dan faedahnyapun menyeluruh.


فَقَدْ كَانَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْطِي عَطَاءَ مَنْ لَا يَخْشَى الفَقْرَ

Nabi Muhammad SAW memberikan pemberian orang yang tidak takut fakir.


وَفِى الحَدِيْثِ قَالَ جِبْرِيْلُ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى : هَذَا دِيْنُ ارْتَضَيْتُهُ لِنَفْسِى لَايَصْلُحُهُ اِلَّا السَّخَاءُ وَحُسْنُ الخُلُقِ فَأَكْرِمُوْهُ بِهِمَا مَا اسْتَطَعْتُمْ

Dalam sebuah hadits bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam : Telah berkata Jibril, telah berfirman Allah subhana wata'ala : “Agama ini Aku ridhai untuk Diri-Ku, tidak layak agama kecuali buat pemurah dan bagus akhlak, maka muliakanlah agama dengan keduanya semampumu.”