FASAL 22 : TAWADHU'



 التَّوَاضُعُ

(Rendah Diri)


التَّوَاضُعُ هُوَ خَفْضُ الجَنَاحِ وَإِلَانَةُ الجَانِبِ مِنْ غَيْرِ خِسَّةٍ وَلَا مَذَلَّةٍ

Tawadhu’ : Merendahkan diri dan berhati lembut tanpa menghinakan diri.


وَالْـمَقْصُودُ مِنْهُ إِعْطَاءُ كِلِّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ فَلَا يَرْفَعُ وَضِيْعًا عَنْ دَرَجَتِهِ

Tujuan Tawadhu’ ialah memberikan tiap-tiap yang punya hak akan haknya, tidak mengangkat derajat orang hina dari derajatnya, dan tidak menurunkan yang mulia dari kedudukannya.


وَلَا يَنْزِلُ شَرِيْفًا عَنْ مَقَامِهِ وَهُوَ مِنْ أَسْبَابِ الرِّفْعَةِ وَدَوَاعِى الشَّرَفِ

Tawadhu’ adalah sebagian dari sebab-sebab bermartabat tinggi, dan mengantarkan ketempat kemuliaan.


قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ تَوَاضَعَ لِلّٰهِ رَفَعَهُ

Nabi Muhammad SAW telah bersabda: “Seseorang yang Tawadhu’ (rendah diri) karena Allah, Allah akan meninggikannya.”