عِزَّةُ النَّفْسِ
(Kemuliaan Jiwa)
عِزّةُ النَّفْسِ هِي صِفَةٌ بِهَا يَجْعَلُ الإِنْسَانُ نَفْسَهُ فِى مَنَازِلِ الرِّفْعَةِ وَالإِحْتِرَامِ
Kemuliaan Jiwa ialah sifat yang menempatkan manusia pada tempat tinggi dan mulia.
وَسَبَبُهَا مَعْرِفَةُ الإِنْسَانِ قَدْرَ نَفْسِهِ
Sebab kemulian jiwa adalah manusia mengenal ukuran dirinya.
وَثَمَرَتُهَا التَّجَمُّلُ وَالصَّبْرُ عَلَى مَكَارِهِ الدَّهْرِ وَتَرْكُ إِظْهَارِ الإِحْتِيَاجِ وَتَعْظِيْمُ النَّاسِ لَهُ وَإِحْسَانُ اللّٰهِ إِلَيْهِ
Hasil dari kemulian jiwa adalah melakukan kebaikan, sabar pada masa susah, tidak melahirkan hajat (tidak menampakkan kebutuhan kepada orang lain), manusia memuliakannya, mendapat balasan kebaikan dari Allah.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ
Allah ta'ala berfirman: Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin.”(Al-Munafiqun: 8)
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : رَحِمَ اللّٰهُ امْرَاءً عَرَفَ قَدْرَ نَفْسِهِ
Dan telah bersabda Nabi shallallahu alaihi wasallam “Allah mengasihi orang yang mengenal ukuran dirinya.”
