FASAL 25 : AL-HASAD



 الحَسَدُ

(Dengki)


الحَسَدُ هِىَ تَمَنِّى زَوَالِ النِّعْمَةِ عَنِ الغَيْرِ

Dengki adalah Keinginan (cita-cita) melenyapkan nikmat orang lain.


وَأَمَّا تَمَنِّى مِثْلِ مَا لِلْغَيْرِ فَيُسَمَّى غِبْطَةً وَلَيْسَتْ بِمَذْمُومَةٍ بَلْ هِى مَطْلُوبَةٌ لِأَنَّهَا سَبَبٌ لِاكْتِسَابِ الخِصَالِ الحَمِيْدَةِ

Adapun cita-cita ingin menjadi seperti orang lain disebut ghibtah (gemar, menaruh hati), hal ini tidak dicela, tetapi dianjurkan sebab rasa gemar akan membentuk sifat-sifat terpuji.


وَلِذَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الْمُؤْمِنُ يَغْبِطُ وَالْمُنَافِقُ يَحْسُدُ

Karena demikian Nabi shallallahu alaihi wasallam pun bersabda : “orang beriman menaruh hati (gemar, ingin mencontoh orang lain yang baik-baik) dan munafik itu pendengki.”


وَأَسْبَابُ الحَسَدِ ثَلَاثَةٌ: اَلْأَوَّلُ - بُغْضُ الْمَحْسُودِ لِفَضِيلَةٍ ظَهَرَتْ مِنْهُ أَوْ نِعْمَة سَاقَهَا اللّٰهُ إِلَيْهِ اَلثَّانِى – تَفَوُّقُ المَحْسُودِ فِى الفَضْلِ بِحَيْثُ يَعْجِزُ الحَاسِدُ عَنِ الوُصُولِ إِلَيْهِ. اَلثَّالِثُ – شُحُّ الحَاسِدِ بِالفَضَائِلِ فَيَحْسُدُ كُلَّ مَنْ نَالَهُ خَيْرٌ

Sebab-sebab kedengkian itu ada tiga:

1. Benci kepada orang yang di dengki karena kelebihan yang nampak padanya atau nikmat yang diberikan Allah untuknya.

2. Orang yang di dengki lebih tinggi martabat, sedangkan si pedengki tidak mampu mencapainya.

3. Pelit si pedengki atas segala kelebihan sehingga dia iri hati kepada setiap orang yang lebih baik dari dirinya.


وَالَّذِى يَذْهَبُ الحَسَدَ مِنَ القُلُوبِ التَّمَسُّكُ بِالدِّيْنِ وَمُلَاحَظَةُ مَا فِى الحَسَدِ مِنَ الضَّرَرِ وَالرِّضَا بِالقَضَاءِ وَالقَدْرِ

Obat penghilang dengki dari semua hati ialah berpegang pada agama, melihat pada kedengkian ada kemudharatan dan ridha qadha dan qadar (ketentuan) Allah.


وَمِمَّا وَرَدَ فِى ذَمِّ الحَسَدِ قَوْلُ النَّبِي صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : الحَسَدُ يَأْكُلُ الحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الحَطَبَ

Dalil bahwa dengki itu di cela adalah hadits Nabi Muhammad SAW : “Kedengkian memakan kebaikan-kebaikan seperti api memakan kayu bakar.”