النَّمِيْمَةُ
(Adu Domba)
النَّمِيْمَةُ هِى نَقْلُ أَقْوَالِ النَّاسِ أَوْ أَعْمَالِهِمْ أَوْ أَحْوَالِهِمْ إِلَى الغَيْرِ عَلَى وَجْهِ الإِفْسَادِ
Adu domba adalah mengutip perkataan-perkataan, perbuatan-perbuatan, hal-hal (kondisi) manusia kepada orang lain dengan tujuannya merusak.
وَالبَاعِثُ عَلَيْهَا إِمَّا إِرَادَةُ السُّوْءِ بِالمَنْقُولِ عَنْهُ أَوْ إِظْهَارُ الحُبِّ لِلْمَنْقُوْلِ إِلَيْهِ أَوِ التَّفْرِيْجُ فِى الحَدِيْثِ أَوِ الخَوْضُ فِى الفُضُولِ
Pendorongnya adakalanya maksud buruk dari orang yang dipindahkan (pemilik berita) atau menampakkan cinta kepada orang yang dipindahkan padanya (penerima berita), menghambur-hamburkan omongan atau berbicara sia-sia.
وَالَّذِى يَكُفُّ الإِنْسَانَ عَنِ النَّمِيْمَةِ عِلْمُهُ بِأَنَّهَا تَدْعُو إِلَى التَّقَاطُعِ وَإِيْقَادِ نَارِ العَدَاوَةِ وَاسْتِحْقَاقِ العِقَابِ
Yang mencegah manusia dari mengadu domba ialah menyadari bahwa adu domba tersebut bisa memutuskan tali persaudaraan, menyalakan api permusuhan dan mendapatkan siksa.
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اَحَبَّكُمْ اِلَى اللّٰهِ الَّذِيْنَ يَأْلَفُوْنَ وَيُؤْلَفُوْنَ وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَى اللّٰهِ المُشَاءُوْنَ بِالنَّمِيْمَةِ المُفَرِّقُونَ بَيْنَ الإِخْوَانِ
Telah bersabda Nabi Muhammad SAW: “Allah paling cinta kepadamu yaitu orang-orang yang mencintai orang lain dan orang lain mencintai mereka, dan orang yang paling Allah murkai di antara kamu adalah mereka yang berjalan membawa gossip (menyebarkan isu, adu domba), yang mencerai beraikan diantara saudara.”
وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : لَايَدْخُلُ الجَنَّةَ نَمَامٌ
Dan Nabi Muhammad SAW Telah bersabda: “Tidak masuk surga para pengadu domba.”
