(Adab Guru)
اَلْـمُعَلِّمُ دَلِيْلُ التِّلْمِيْذِ إِلَى مَا يَكُوْنُ بِهِ كَمَالُهُ مِنَ الْمَعْلُوْمِ وَالْمَعَارِفِ
Guru adalah penuntun murid untuk menyempurnakan ilmu dan ke-makrifatan (mengenal Allah SWT).
فَيُشْتَرَطُ أَنْ يَكُوْنَ مِنْ ذَوِى الأَوْصَافِ المَحْمُوْدَةِ، لٍأَنَّ رُوْح التِّلْمِيْذِ ضَعِيْفَةٌ بِالنِّسْبَةِ إِلَى رُوْحِهِ، فَإِذَا اتَّصَفَ المُعَلِّمُ بِأَوْصَافِ الْكَمَالِ كَانَ التِّلْمِيْذُ المُوَفّقُ كَذَلِكَ
Maka disyaratkan beberapa hal untuk menjadi guru, yaitu hendaknya guru memiliki sikap terpuji sebab ruh murid masih lemah dibandingkan gurunya, apabila guru bersifat sempurna, murid akan menyesuaikan diri dengan gurunya.
فَإِذَنْ لَا بُدَّ أَنْ يَكُوْنَ تَقِيًّا مُتَوَاضِعًا لَيِّنَ اْلجَانِبِ لِتَمِيْلَ القُلُوْبُ إِلَيْهِ فَتَسْتَفِيْدُ مِنْهُ، وَأَنْ يَكُوْنَ حَلِيْمًا وَقُوْرًا لِيُقْتَدَى بِهِ وَأَن يَكُوْنَ ذَا رَحْمَةٍ لِلتَّلَامِيْذِ شَفِيْقًا عَلَيْهِمْ لِتَعْظُمَ رَغَبَتُهُمْ فِيْمَا يُلْقِيْهِ إِلَيْهِمْ وَأَنْ يَنْصَحَهُمْ وَيُؤَدِّبَهُمْ فَيُحَسِّنُ تَأْدِيْبَهُمْ وَأَلَّا يُكَلِّفَهُمْ مِنَ اْلمَعَانِى مَا تَقْصُرُ عَنْهُ إِدْرَاكَاتُهُم
Maka jika demikian, seorang guru mestinya bertaqwa, tawadhu’ (merendahkan diri), lemah lembut, agar murid simpati padanya, maka hati murid dapat menerima manfaat darinya. seorang guru juga harus bijaksana dan sopan santun supaya murid mengikutinya, disamping itu harus ada rasa kasih sayang pada murid agar mereka menyukai apa yang diajarkan, dan gurupun selalu menasehati dan mendidik kesopanan serta memperbaiki adab muridnya dan tidak membebankan mereka suatu pemahaman yang tidak mampu mereka pikirkan.
.png)