FASAL 6 : HUQUQ AL-JIRON



 حُقُوْقُ الجِيْرَانِ

Hak-Hak Tetangga


الجَارُ : مَنْ جَاوَرَتْ دَارُهُ دَارَكَ إِلَى أَرْبَعِيْنَ دَارًا مِنْ كُلِّ جَانِبٍ 

Tetangga adalah orang-orang yang berdekatan rumahnya dengan rumahmu sekitar 40 rumah dari semua penjuru.


وَلَهُ عَلَيْكَ حُقُوقٌ، مِنْها أَنْ تَبْدَأَهُ بِالسَّلَامِ ، وَأَنْ تَصْنَعَ مَعَهُ المَعْرُوْفَ ، وَأَنْ تُكَافِئَهُ عَلَى مَعْرُوْفِهِ إِذَا بَدَأَكَ بِهِ 

Hak-hak tetangga yang ada atas dirimu adalah hendaknya kamu memulai dalam memberi salam, kamu berbuat baik padanya, sesuaikanlan dalam melakukan kebaikan, apabila dia mengawalinya (balaslah kebaikannya),


وَأَنْ تُؤَدِّي مَالَهُ عَلَيْكَ مِنَ الحُقُوقِ المَالِيَّةِ، وَأَنْ تَعُودَهُ إذَا مَرَضَ، وَتُهَنِّئَهُ إذا فَرِحَ، وَتُعَزِّيَهُ إِذَا أُصِيْبَ، 

Hendaknya kamu tunaikan (bayarlah) hak-hak hartanya bila terdapat sangkut paut dengan hal itu, dan hebdaknya kamu kunjungi dia dikala ia sakit, hendaknya kamu mengucapkan selamat jikalau tetangga berbahagia, hendaknya kamu turut berduka cita (menghiburnya) bila dia tertimpa musibah.


وَأَلَّا تَتَعَمَّدَ النَّظْرَ إلى نِسَائِهِ وَلَوْ كُنَّ خَدَمًا لَهُ، وَأَنْ تَسْتُرَ عَوْرَاتِهِ، وَأَنْ تَرُدَّ عَنْهُ الْمَكْرُوهَ بِقَدْرِ مَا تَسْتَطِيْعُ، وَأَنْ تُقَابِلَهُ بِالبَشَاشَةِ وَالْإِحْتِرَامِ 

janganlah kamu arahkan pandangan kamu kepada wanitanya sekalipun itu pembantunya, hendaknya kamu tutup aurat (aib) tetanggamu dan kamu hindari sesuatu yang dibenci olehnya semampumu dan kamu bertemunya dengan wajah manis dan memuliakan.


قَالَ النَّبِى صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ كَانَ يُئْومِنُ بِاللّٰهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ 

Telah bersabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam  : "Barangsiapa yang beriman dengan Allah dan hari akhirat maka hendaknya ia memuliakan tetangganya”.


وَعَنْ عَاِئِشَةَ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهَا عَنِ النَّبي صَلى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَازَالَ جِبْرٍيلُ يُوصِينِي بِالجَارِ حَتَّى ظَنَنْتُ اَنَّهُ سَيُوَرِّثَهُ

Dan dari ’Aisyah radhiallahu 'anhu dari Nabi Muhamad SAW, beliau bersabda: “Jibril senantiasa berwasiat kepadaku tentang tetangga sampai-sampai aku menyangka bahwa Jibril akan menjadikan tetangga sebagai penerima warisan.”