آدَابُ اْلـمُعَاشَرَةِ
(Adab Pergaulan)
آدَابُهَا كَثِيْرَةٌ، مِنْهَا طَلَاقَةُ الوَجْهِ، وَلِيْنُ الجَانِبِ وَالإِصْغَاءُ إِلَى حَدِيْثِ العَشِيْرِ، وَالوَقَارُ بِلَا كِبْرٍ
Adab dalam pergaulan itu ada banyak. Sebagian daripadanya adalah berwajah manis (murah senyum), lemah-lembut kelakuannya, mendengarkan pembicaraan teman, sopan, tidak takabbur (sombong).
وَالسُّكُوْتُ عِنْدَ العَرَبِ، وَالصَّفْحُ عَنِ الزَّلَلِ، وَاْلـمُوَاسَاةُ وَتَرْكُ الإِفْتِخَارِ بِالجَاهِ وَالغِنَى فَإِنَّ ذَلِكَ مُوْجِبٌ لِلسُّقُوْطِ مِنْ أَعْيُنِ النَّاسِ
diam ketika terjadi senda gurau, memaafkan kesalahan dan berlapang dada, tidak berbangga dengan kemegahan dan kekayaan, karena demikian akan menjatuhkannya dari pandangan manusia (diaggap remeh).
وَمِنْهَا كِتْمَانُ السِّرِّ لِأَنَّهُ لَا قِيْمَةَ لِمَنْ لَا يَكْتُمُ الأَسْرَارِ
Dan sebagian daripadanya yaitu dapat menyimpan rahasia, sebab tiada berharga orang yang tidak bisa menyimpan rahasia.
قَالَ الشَّاعِرُ:
Berkata seorang penyair:
اِذَا مَا الْمَرْءُ لَمْ يَحْفَظْ ثَلَاثًا - فَبِعْهُ وَلَوْ بِكَفِّ مِنْ رَمَادٍ
Apabila manusia tidak dapat menjaga tiga perkara, Maka jual-lah dia walau dengan harga segenggam debu
وَفَاءً لِلصَّدِيْقِ وَبَذْلَ مَالٍ - وَكِتْمَانُ السَّرَائِرِ فِي الفُؤَادِ
Pertama, menepati janji pada kawan. Kedua, menyumbangkan harta. Ketiga, menyimpan rahasia di hati.
